Rabu, 19 Maret 2014

Putra Kedua

Alhamdulillahi robbil alamin, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Telah lahir putra kedua kami pada tanggal 7 Maret 2014 di Rumah sakit ibu dan anak Melati Husada Malang. Hari Jum'at jam 09.40 wib melalui operasi cessar doketer Nugrahanti (Nuke) dan tim. Sama seperti almarhum kakaknya dulu, dilakukan operasi karena hasil NST (rekam jantungnya) kurang bagus.
Semestinya masih bisa diusahakan normal dengan menambahkan oksigen ke ibunya untuk memacu jantung dan aktifitas gerak si bayi. Normalnya 120-160 akan tetapi rekam jantung selama 20 menit terrekam antara 114-120 saja. Dulu pada kelahiran pertama istri sempat dipacu oksigen selama 3 kali dan diberri makan untuk menaikkan jantung anak tetapi nihil, dari pagi jam 10 sampai jam 6 sore ga naik. Untuk kelahiran kali ini melihat pengalaman kelahiran pertama, akhirnya saya putuskan untuk operasi saja mengingat kontraksi sudah semakin cpat 5 menit sekali dan juga kondisi istri yang sudah ga tahan. 

Namanya Muhammad Baihaqi Zein, lahir dengan bobot 3,38 kg, panjang 49 cm, jenis kelamin laki-laki. Dia anak kedua kami, yang pertama sudah dipanggil Allah tanggal 4 Juni 2013 kemarin di umur 22 bulan. Nama Baihaqi sendiri atas usul sepupu perempuan anak bibi, Lely namanya. Seperti yang dulu-dulu saya belum bisa memilih nama sebelum bayinya lahir. Sudah disuruh cari di interrnet oleh istri tapi/belum ada yang sreg, hanya ada angan-angan nama depan dan  belakangnya saja Muhammad .......Zein. Muhammad karena umat rasulullah Muhammad, Zein artinya bagus/perrmata. Kalo Baihaqi seorang perawi hadist. Yah...kalo dibilang apalah arti sebuah nama, bagi saya nama adalah do'a dan harapan orang tua. Seperti nama saya sendiri, Mohammad Khairul Muslim, setelah tahu artinya saya jadi tahu harapan orang tua terhadap saya kelak, bukan beban, adalah harappan yang mengarahkan/membimbing saya untuk jadi Muslim yang Baik dari golongan umat Muhammad.  

Lahir dengan kondisi air ketuban yang agak keruh, kata dokter agak kehijauan. Kalo susternya bilang mungkin dikarenakan kontraksi yang sudah terasa dari kemarin tapi baru lahir hari ini. Inilah yang akhirnya membuat kami 4 hari di rumah sakit adem-panas. Pasalnya hari pertama jam 12 malam suster jaga minta ijin tanda tangan persetujuan penyuntikan antibiotik selama enam kali dalam 3 hari ke depan. Ketika saya tanya kenapa, jawabnya berdasarkan sampel darahnya terdapat kandungan leukosit melebihi ambang batas normal. Leukositnya 24 ribu dari batas normal 10 ribu. Mendengar kata leukosit kami berdua teringat almarhum kakanya yang meninggal akibat penyakit leukimia dimana produksi sel darah putihnya terlalu berlebih. Darah putih sendiri sebenarnya sel untuk daya tahan tubuh dari infeksi penyakit, tapi kalo berlebihan akan mendesak sel darah yang lain (merah dan trombosit) untuk berproduksi sehingga komposisinya kurang berimbang. Dan akhirnya seketika muncul rasa takut kami berdua akan kondisi tersebut. Saya tandatangani segera dan lihat hasil esok hari apa yang bakal terjadi.

Alhamdulillah selama menunggu hasil hapusan darah tersebut, saya dan istri menghibur diri dengan memanjatkan doa, mengaji, dzikir, tanya kesana kemari kemungkinan apa kok bisa leukosit anak kedua kami ini tinggi. Informasi menghibur datang dari suster jaga ruang bayi, saat saya ambil bayi kami untuk disusui ibunya, saya iseng tanya ke suster adakah bayi lain yang kadar leukositnya tinggi, dan apa penyebabnya. Katanya sering pak, leukosit tinggi biasanya terjadi pada bayi yang lahir lewat bulan, rembesan ketuban/flek, dan air ketuban keruh bisa menyebakan infeksi, sehingga produksi leukosit naik dalam rangka menaikkan daya tahan tubuh terhadap infeksi. Alhamdulillah...agak plong denger jawabannya.
Sampai pada waktunya, hasil lab hapusan darahnya menyatakan tidak ada blast (sel muda) yang ditemukan pada bayi kami. Akhirnya dengan tetap berdoa dan berkomitmen untuk menjaga kesehatan dan asupan untuk bayi ini, kami mengucapkan alhamdulillah.....

Mohon do'a dari pembaca agar turut mendoakan anak kami selalu sehat wal afiat, panjang umur dan barokah, berbakti kepada orang tua bangsa dan negara, menjadi pemimpin yang adil, amana fathonah tabligh, cerdas berakhlakul karimah, jadi umat Muhammad yang mengajak umat yang lain untuk kembali ke jalan lurus yang diridhoi Allah SWT, kebanggaan kedua orang tua, dihiasi dengan sifat-sifat yang utama.

Oh iya, alhamdulillah lagi. Biaya operasi dicover Jamsostek/BPJS meskipun masih nambah dikit tapi sangat-sangat membantu.
Alhamdulillah.....

2 komentar:

newdrexdraculie mengatakan...

halo..kalau boleh nanya..melahirkan di rs mana? saya lagi browsing rs yang bisa pakai bpjs. wktu lahiran kmrn yang ditanggung bpjs berapa yah? terima kasih banyak info-nya..

SaputraMZ mengatakan...

Selamat ya Bang Irul, semoga Zein cepet gede jadi anak yang sholeh, berbakti sama orang tua, taat ibadah, rajin sholat, dan sukses dunia akherat ;)

Posting Komentar

 
;