Rabu, 07 Maret 2007

Sabar : Kunci Kecerdasan Emosi

Hukum sabar.

Meski sabar itu konotasinyya positip, tetapi belum tentu tepat. Oleh
karena itu hukum sabar terbagi tiga, yaitu wajib, sunnat dan makruh.
Menyaksikan anggauta keluarganya terlibat maksiat misalnya, bersabar
dalam arti tabah hati tanpa mengeluh adalah makruh, tetapi sabar
ketika selalu gagal dalam berusaha memperbaiki mereka adalah wajib.

Kembali kepada pengertian sabar : tabah hati tanpa mengeluh dalam
menghadapi rintangan dalam jangka waktu tertentu dalam rangka
mencapai tujuan, maka kunci kesabaran adalah kesadaarn atas tujuaan
yang ingin dicapai. Orang yang lupa tujuan biasanya tidak mampu
mengendalikan emosi ketika menghadapi keadaan yang tidak mengenakkan.
Tetapi sabar juga ada batasnya, oleh karena itu kesabaran harus
selalu dievaluasi secara dinamis. Kesabaran juga biasanya berhubungan
erat dengan perasaan syukur. Artinya orang yang pandai berterima
kasih biasanya ia penyabar, sedangkan orang yang tidak mengerti
berterima kasih (kufr ni`mat) biasanya emosinya mudah digelitik.

Dalam usaha problem solving menyangkut berbagai urusan kehidupan,
sabar merupakan kekuatan yang sangat besar dan efektip. Oleh karena
itu al Qur'an secara jelas mengingatkan agar dalam upaya memohon
pertolongan kepada Tuhan, jangan lupa membangun infrastruktur
psikologinya yang terdiri dari kesabaran dan doa (salat). Ya
ayyuhalladzina amanu ista`inu bis sobri was salat, innalloha ma`a as
sobirin (Q/2:153).

0 komentar:

Poskan Komentar